Posted by: marwanazis | Juli 24, 2008

Kawan Baru di Milis Perubahan Iklim

Hari ini, saat saya tengah asyik chating dengan beberapa sahabat, tiba-tiba seseorang menyapa saya di Yahoo Messenger bernama edijampes, ternyata Mas Edi yang menetap di Yogyakarta ini adalah anggota baru milis perubahaniklim@yahoogroups.com atau http://asia.groups.yahoo.com/group/perubahaniklim/ saya kelola anggotanya dari bulan Juni 2008 hingga saat ini (24/7/200 8) telah berjumlah 44 orang yang selama ini intens bersharing dan berdiskusi tentang isu dan penanganan perubahan iklim.

Berikut chating saya dengan Mas Edi Jampez :

edijampez: mas wawan
edijampez: salam kenal,, saya adalah anggota baru di milis perubahan ikllim
marwan azis: Hallo juga
marwan azis: selamat bergabung dimilis perubahan iklim
edijampez: saya gak sengaja nemu milis tersebut lewat Greenpress… dan ternyata di sana ada juga Mas Anton dan mbak Rini.
marwan azis: oh jadi mas Edi sekarang kerja di Radio Nederland ya sama Mas Anton dan Mbak Rini
edijampez: saya kerja di Jogja,, cuma dulu ada kerjaan bareng sama mereka berdua untuk program UNDP
marwan azis: oh gitu ya Mas, sekarang Mas Edi aktif (kerja) dilembaga mana?atau masih diprogram UNDP ya?
edijampez: saya di Karsa (Lingkar Pembaruan Desa dan Agraria)
edijampez: kalau mas wawan sekarang kerja di mana?
marwan azis: kegiatan Karsa tentang apa aja
marwan azis: Kalau selain aktif di GreenPress, saya juga di LP3ES ngelola situs suarapublik.org dan freelance journalist
edijampez: karsa banyak bekerja untuk advokasi terselenggaranya pembaruan desa dan reforma agraria termasuk di dalamnya adalah pengelolaan sumber daya alam.
edijampez: wah,, berarti anak buahnya Mas Hardi dong?
marwan azis: informasi kegiatanya boleh dong disharing ke milis perubahan iklim atau situs www.greenpressnetwork.com. Saya satu tim dengan pak Erfan Maryono tepatnya ditim advokasi kebijakan publik
edijampez: bisa aja
edijampez: sudah lama di LP3ES?
marwan azis: tahun 2007 lalu, saya bersama Mas Anton, Mbak rini sempat liputan ke daerah Wonogiri tentang pengelolaan hutan
marwan azis: saya masuk di LP3ES tahun 2007 lalu mas.
edijampez: wah, kalau gak salah ya itu program yang sama saya
edijampez: cuman pada waktu itu saya lagi jalan ke palembang
edijampez: kami kontrak mereka berdua untuk urusan liputan media
marwan azis: mungkin mas, saya bersama Item (AJI Indonesia) hanya membantu dibidang pengelolaan informasinya.
edijampez: kalo gak salah pada waktu itu LP3ES juga dapat projek dari UNDP,, saya sempat diundang ikut diskusi di hotel dekat kantor LP3ES
marwan azis: Mungkin mas, tapi saya nggak tahu banyak soalnya di LPES terbagi dalam berbagai job.
edijampez: mas punya dokumen National Development Planning: Indonesia Responses To Climate yang dibuat sama Bappenas gak?
marwan azis: Saya nggak punya.
edijampez: masih sering ketemu mas anton dan mbak Rini gak? kalau ktemu mereka salam yah
marwan azis: Ya kadang-kadang, oke Mas nanti saya sampain.
edijampez: kalau Jampi apa saja aktivitasnya?
marwan azis: Kalau Jampi untuk sementara ini masih melakukan pembenahan (penguatan) internal organisasi, karena Jampi baru belum terlalu lama dibentuk, jadi masih mencari format organisasi.
edi jampez: siapa pendirinya, dan siapa yang bisa menjadi anggota?
marwan azis: Jampi diinisiasi oleh multiskaholder yang hadir dalam pertemun nasional untuk perubhan iklim di Hotel Atlet Century tepatnya bulan Juni 2008 lalu, keanggota bersifat terbuka bagi siapa saja yang care dengan penangan perubahan iklim, namun aturan main keanggotaan masih dalam tahap penyusunan. Jadi untuk sementara silakan dimanfaatkan milis perubahan iklim, milis ini merupakan salah satu bukti bahwa Jampi terbuka bagi publik
edi jampez: ok thanks
marwan azis: sama-sama Mas.
edi jampez has signed back in. (7/24/2008 2:40 PM)

Posted by: marwanazis | Juli 24, 2008

Blogger bikin rekor!

Kata siapa harus punya badan kekar untuk bisa mecahin rekor? Dengan nge-blog semua orang bisa ikutan jadi pemecah rekor! Cukup berpartisipasi dalam acara:

“MURI untuk FOSS Indonesia”
2 Agustus 2008
13.00-16.00 WIB
yang diselenggarakan oleh Menristek dan Depkominfo

Dalam acara ini selain digelar Instalasi FOSS terbanyak, Mengoperasikan OpenOffice terbanyak, dan HotSpot dengan SSID terbanyak juga akan digelar ajang

“Penulisan Artikel Blog Terbanyak”


SEMUA orang bisa berpartisipasi dalam acara ini. Syaratnya:
1. Memiliki account blog di blogdetik
2. Memasang banner partisipasi pemecahan rekor yang bisa diambil dari www.murifoss. blogdetik. com
2. Menulis artikel di blogdetik dengan tema ‘Internet Sehat’
3. Memasang tag khusus di setiap tulisan pada saat pemecahan rekor. TAG tersebut akan diumumkan sesaat sebelum acara di blog www.murifoss. blogdetik. com
4. Melakukan posting di blog sebanyak-banyaknya selama 3 jam pada Sabtu (2 agustus 200 8) pukul 13.00-16.00 WIB.

Setelah waktu pemecahan rekor ditutup, panitia MURI akan menghitung berapa banyak jumlah tulisan dalam blogdetik yang menggunakan TAG tersebut.

Dengan membuat tulisan dan memasang TAG tersebut ANDA telah berpartisipasi sebagai pemecah rekor dalam ajang MURI FOSS untuk Indonesia “PENULISAN ARTIKEL BLOG TERBANYAK”.

Perlu diperhatikan, selama acara berlangsung, pendaftaran blog baru di blogdetik akan ditutup. So, kalau mau jadi record breaker, bikin blog Anda di blogdetik dari detik ini juga!

keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:
1. panitia-muri@ gogglegroups. com
2. adminblog@staff. detik.com

Posted by: marwanazis | Juli 19, 2008

MINGGU KAWAN SEDUNIA

Hari ini saya mendapatkan kiriman message di Yahoo Massengger dari salah seorang kawan, postinya kurang lebih begini :

“Apakah anda tahu hubungan antara 2 biji mata anda? Mereka berkedip bersama, bergerak bersama,menangis bersama, melihat bersama dan tidur bersama meskipun mereka tidak pernah melihat antara satu sama lain kecuali kalo bercermin … persahabatan seharusnya seperti itu…
kehidupan bagai neraka tanpa sahabat…minggu ini adalah “MINGGU KAWAN SEDUNIA”….siapa kawan anda? kirim message ini tuk semua kawan anda termasuk saya.”

Selamat memperbanyak kawan dan jejaring di dunia maya.****

Posted by: marwanazis | Juli 19, 2008

tips dalam mengisi bensin

Buat yg berkendaraan ..

  Ini adalah tips dalam mengisi bensin:

  1. *ISI BENSIN **_HANYA_** DI PAGI HARI*, saat suhu permukaan tanah  masih dingin. Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan
  di bawah tanah. Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin padat,
  sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan _memuai _(!)

  Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih
  panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran
  akan menjadi lebih besar dari _VOLUME sebenernya._

  Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya.
  Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk
  mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.

  2. *SAAT MENGISI BENSIN, JANGAN MENGATUR BUKAAN NOZZLE jadi FAST MODE
  *ini mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service.
  Tapi bisa kita coba di sini ngasi tau ke tukang ngisinya supaya setting
  ke slow mode (bisa nggak ya?).

  The trigger punya 3 level: low, medium, high. Di slow mode, kita
  memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi
  terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb.

  Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira2: jalan
  kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian
  dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan
  akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke
  mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.

  Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu.
  Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.

  3. *ISI BENSIN SAAT TANGKI MASIH BERISI SETENGAH (Half-Full)* Karena
  semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara
  yang ada di sana. Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang
  kamu bayangkan. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di
  dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara
  bensin dan udara di dalam tangki.

  Trus hubungannya sama hemat bensin apa ya?

  mungkin gini:
  kalo di Pom bensin, mereka punya internal floating roof, jadi mereka
  nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di
  mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.

  4. *SAAT POM BENSIN SEDANG DIISI ( ADA TRUK PENGISI) jangan mengisi
  bensin*.
  Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang
  teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar) akan terangkat dan
  bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.ANYA_** DI PAGI HARI*, saat suhu permukaan tanah
  masih dingin. Setiap pom bensin menyimpan bensinnya di ruang penyimpanan
  di bawah tanah. Semakin dingin suhunya, maka bensin akan semakin padat,
  sedangkan saat suhu menghangat, bensin akan _memuai _(!)

  Maka, kalo kita isi bensin di sore atau malam (saat suhu tanah masih
  panas), bensin akan memuai, artinya VOLUME yang terbaca oleh meteran
  akan menjadi lebih besar dari _VOLUME sebenernya._

  Dalam bisnis BBM ini, penambahan suhu 1 derajat besar bedanya.
  Tapi semua pom bensin (service station) nggak punya alat untuk
  mengkompensasikan perbedaan ini untuk konsumen.

  2. *SAAT MENGISI BENSIN, JANGAN MENGATUR BUKAAN NOZZLE jadi FAST MODE
  *ini mostly karena di sana kita ngisi bensin sendiri alias self-service.
  Tapi bisa kita coba di sini ngasi tau ke tukang ngisinya supaya setting
  ke slow mode (bisa nggak ya?).

  The trigger punya 3 level: low, medium, high. Di slow mode, kita
  memasukkan bensin secara perlahan, dan akibatnya adalah meminimalisasi
  terciptanya vapor (uap) dari bensin tsb.

  Semua selang di pom bensin punya vapor return (artinya kira2: jalan
  kembali bagi uap bensin). Kalau kita setting ke FAST mode, maka sebagian
  dari bensin (yang berbentuk cair) akan berubah menjadi vapor (uap) dan
  akan tersedot balik ke tangki penyimpanan, jadinya bensin yang masuk ke
  mobil/motor kita lebih sedikit dari yang tertera di meteran.

  Trus kalo di SLOW mode nggak sempet berubah menjadi uap? mungkin gitu.
  Atau paling nggak lebih lambat berubah jadi uap. Mungkin lho.

  3. *ISI BENSIN SAAT TANGKI MASIH BERISI SETENGAH (Half-Full)* Karena
  semakin banyak tangki bensin kita berisi bensin, semakin sedikit udara
  yang ada di sana. Petrol (bensin) menguap jauh lebih cepat dari yang
  kamu bayangkan. Tangki penyimpan bensin punya atap yang mengapung di
  dalamnya (internal floating roof), yang berfungsi sebagai pemisah antara
  bensin dan udara di dalam tangki.

  Trus hubungannya sama hemat bensin apa ya?

  mungkin gini:
  kalo di Pom bensin, mereka punya internal floating roof, jadi mereka
  nggak akan mengalami pengurangan bensin karena menguap, sedangkan di
  mobil/motor kita nggak ada, jadi harus kita atur sendiri.

  4. *SAAT POM BENSIN SEDANG DIISI ( ADA TRUK PENGISI) jangan mengisi
  bensin*.
  Kemungkinan besar isi bensin di ruang penyimpanan (storage tank) sedang
  teraduk sehingga kotoran (yang biasanya ada di dasar) akan terangkat dan
  bisa terbawa masuk ke tangki bensin mobil/motor kita.***

Posted by: marwanazis | Juli 14, 2008

Aprilani Soegiarto, Peletak Dasar Kelautan Indonesia

Aprilani Soegiarto, adalah  salah satu dari tiga  tokoh yang memberikan masukan Emil Salim, saat  pertama kali ditunjuk menjadi Menteri Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PPLH) oleh Presiden Soeharto.

 

”Saya nggak tahu lingkungan hidup, makanya saya harus belajar,”demikian pengakuan Emil Salim pada Aprilani Soegiarto. Selain Aprilani, tokoh lainnya adalah Prof Otto Soemarwoto yang memberikan masukan tentang Sustainable Development (Pembangunan Berkelanjutan), pedesaan dan sebagianya. Kemudian Setiati memberikan input tentang keanegaraman hayati dan plasma nutfah.”Saya sendiri yang pertama, saya memberikan masukan tentang lingkungan laut sesuai kemampuan saya,”kata Aprilani dalam sebuah wawancara  di Pasifik Place Sudirman Jakarta ((7/7/2008).

Prof Aprilani Soegiarto Ph.D merupakan salah seorang pakar kelautan pertama yang dimiliki Indonesia  yang kiprahnya tak diragukan lagi, ia adalah peletak dasar pengelolaan wilayah pesisir dan kelautan Indonesia. 

Bagi Aprilani KLH pada waktu itu bisa meng-cover isu kelautan karena isu tersebut tidak bisa lepas dari isu lingkungan hidup.  Banyaknya usulan yang berkembang tentang isu keluatan dan lingkungan, akhirnya KLH yang saat itu dipimpin Emil Salim membentuk satu bidang khusus yang menangani isu kelautan dan pesisir  disebut Pembantu Asisten Menteri Bidang Lingkungan Hidup Alam (BANASLAM) III yang menangani wilayah pesisir dan kelautan pada tahun 1979.

 

Seperti diungkapkan oleh banyak  literatur, Indonesia diakui  sebagai negara kepulauan yang  terbesar  di  dunia,  terdiri  dari  17.508  buah  pulau  dan  hampir  70 persen  wilayahnya  adalah  laut.  Panjang  pantainya  hampir  81.000  km.

 

Pada  wilayah  pesisir  itu  terdapat  ekosistem  yang  kaya  akan  keanekaragaman   hayati   yang   berpotensi   menjadi   sumber   daya   alam   yang bernilai tinggi, seperti terumbu karang, mangrove, lamun dan estuaria. Pada  wilayah  pesisir  juga  terdapat  sumber  alam  nonhayati,  seperti mineral, pasir, batu, minyak bumi, dan bahan tambang lainnya. Karena kemudahan-kemudahan transportasi serta kekayaan sumber daya alamnya,  maka  sejak  dahulu  wilayah  pesisir  telah  menjadi  pusat  permukiman   dan   perdagangan,   baik   yang   bersifat   lokal,   regional   maupun internasional.  

 

 

Dewasa   ini   hampir   60   persen   penduduk   Indonesia bermukim  di  wilayah  pesisir.  Kepadatan  penduduk  di  wilayah  pesisir di  satu  pihak  dapat  dilihat  sebagai  kesempatan  untuk  pengembangan ekonomi, atau di lain pihak justru merupakan ancaman dan hambatan.

 

Pemanfaatan  sumber  daya alam  pada  umumnya,  khususnya  di  wilayah  pesisir  selama ini Menurut Aprilani,  dilakukan  tanpa memperhatikan   daya   dukung   dan   nilai   ekologisnya   sehingga   cenderung  menimbulkan  kerusakan  lingkungan.  Hal  ini  semakin  diperburuk dengan kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat yang hidup di  wilayah  pesisir  relatif  kurang  mampu  dan  kurang  menyadari  pentingnya ekosistem wilayah pesisir.

 

Demikian juga persepsi dan pemahaman   yang   kurang   tepat   dari   para   perencana   dan   pengambil keputusan,  ditambah  masih  lemahnya  penerapan  penegakan  perundangan  yang  berlaku.  Di  tingkat  pusat  saja  masih  ada  kerancuan  dan tumpang  tindih  kewenangan  di  antara  instansi  pusat,  misalnya  antara Departemen  Kehutanan,  Kantor  Menteri  Negara  Lingkungan  Hidup, dan  Departemen  Kelautan  dan  Perikanan.  Dengan  telah  diberlaku- kannya  Undang-Undang  No.  22  Tahun  1999  tentang  Pemerintahan Daerah,  maka  timbul  kekurangjelasan  wewenang  antara  pusat  dan daerah,  yang  semakin  melemahkan  penerapan  peraturan  perundangan yang ada.  Inilah yang menjadi keprihatinan dari seorang Aprilani.

 

Sejak menapak menjadi peneliti, dan terutama setelah menjadi Direktur  LON-LIPI, masalah  pengelolaan  dan  pemanfaatan  terpadu dan  lestari  sumber  alam  serta  lingkungan  wilayah  pesisir  dan  laut, telah menjadi fokus perhatian dan komitmen yang tinggi bagi Aprilani.

 

Selama  mengabdi  lebih  dari  40  tahun  kepada  bangsa  dan  negara, bahkan  sampai  purnabakti,  telah  banyak  yang  dilakukan  agar  sumber alam  dan  lingkungan  di  Indonesia  dan  Asia  Tenggara  dapat  dikelola secara   terpadu   dan   lestari.  

 

Prakarsa Sebelum Terbentuk LH

 

Pada tahun  1976,  Aprilani memprakarsai  serangkaian lokakarya   tentang   Pedoman   Umum   Pengelolaan   dan Pengembangan   Wilayah   Pesisir   bersama   pakar   lingkungan  dari  IPB, ITB dan Unpad yang kemudian menjadi acuan dalam penyusunan Undang-Undang  No  24  tentang  Tata  Ruang  di Indonesia   baru   dikeluarkan   16   tahun   kemudian, tepatnya tahun 1992.  

 

Ditahun yang sama (1976), Aprilani  juga memprakarsai  Seminar  Nasional Pencemaran Laut di Jakarta, bekerja sama dengan Panitia Perumus  dan  Rencana  Kerja  Bagi  Pemerintah  di  Bidang Lingkungan Hidup.

 

Hasil  lokakarya  dan  seminar  tersebut  ternyata  masih  sangat relevan   dengan   masalah   lingkungan   hidup   dewasa   ini.   Salah  satu rekomendasi  dari  Seminar  Pencemaran  Laut  adalah  agar dapat  segera disusun   Undang-undang   Pokok   Lingkungan   Hidup.   Rekomendasi tersebut  dapat  direalisasikan  oleh  Kantor  Meneg  PPLH  pada  tahun 1982.  Undang-Undang  tersebut  telah  diperbaharui  menjadi  Undang- Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. ”Jadi tahun 1976 sebelum LH berdiri, kami ini sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan keilmuwan seperti Seminar Nasional Pencemaran Laut,”ujarnya.

 

Tahun 1977, Aprilani dan kawan-kawan yang punya perhatian dengan lingkungan mendirikan suatu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang lingkungan hidup dengan nama Himpunan Untuk Kelestarian Lingkungan Hidup Indonesia (HUKLI). Lembaga ini merupakan salah satu LSM pertama yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Adapun Susunan pengurusnya  :

Pelindung           : Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Prof Dr.Emil Salim

Penasihat            :  Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo

Ketua Umum      : Dr Aprilani Soegiarto (LON-LIPI)

Wakil  Ketua       : Soetjipto Wirosardjono (BPS),

Anggota       : Arestides Katoppo (Sinar Harapan), George Y.Adicondro (Tempo), ThoryTulaar (Astra Internasional), Etty Siwabessy (Astra Internasional), Titi Marpaung (LIPI) dan Daud Sinjal (Sinar Harapan).

 

Program kegiatan HUKLI berfokus pada kegiatan seminar, sayembara foto, karya  tulis tentang lingkungan hidup. Pada  tahun  1978  HUKLHI  bersama  9  organisasi  LSM  lain  bergabung menjadi Kelompok-10 Lingkungan Hidup.  Pada  kongresnya yang pertama, pada tahun 1979, Kelompok 10 melebur diri  menjadi Wahana Lingkungan Hidup (WALHI). WALHI tetap eksis hingga kini dan  menjadi  watch  dog  yang  kadang-kadang  bersikap  keras  tentang  masalah-masalah lingkungan hidup di Indonesia.

 

”Jadi kami merupakan salah satu pendiri WALHI, namun karena  saat itu kami masih menjadi pejabat maka nggak bisa jadi Ketua WALHI, sehingga diserahkan pada ibu Erna Witoelar, kami hanya penasehat aja lah,”kata Aprilani saat bercerita awal mula pergerakan lingkungan di Indonesia.

 

Aprilani juga pernah diajak Emil Salim untuk bergabung di KLH. Tapi kecintaanya dengan dunia kelautan sehingga ia menolak secara halus ajakan Emil Salim itu. ”Pak Emil meminta saya untuk bergabung di LH, saya bilang saya sementara mengembangkan lembaga  riset kelautan yang tidak hanya dikenal di nasional tetapi juga diinternasional, jadi kalau masuk di LH maka rencana saya akan mandek, penerus saya mungkin bisa menuruskan, tapi mungkin juga tidak. Jadi saya bilang maaf, tapi saya akan  tetap membantu pak Emil dari luar saja,”katanya.

 

Gagas Kebijakan Kelautan Indonesia

 

Aprilani sangat berperan dalam mendorong berbagai kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia terutama kebijakan kelautan Indonesia, dari segi peraturan perundang-undangan lingkungan hidup Indonesia, mantan Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ini, lebih banyak menekankan bahwa sumber hukum pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya adalah Undang-Undang  Dasar 1945, khususnya pasal 33  dimana pemanfaatan sumber daya alam di bumi Indonesia gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan tetap menjaga kelestarianya.

 

UUD  tersebut  kemudian  diturunkan  menjadi  undang-undang  untuk berbagai   keperluan    tertentu.    Misalnya    di    bidang    pemanfaatan, pengelolaan,   dan   konservasi   sumber   alam   dapat   dicatat   beberapa undang-undang:

 

     UU  RI  No.  9  Tahun  1985  dan  diperbaharui  dengan  UU  No.  31

tahun 2004 tentang Perikanan;

     UU  RI  No.  5  Tahun  1990  tentang  Konservasi  Sumber  Daya

Alam Hayati dan Ekosistemnya;

     UU  RI  No.  23  Tahun  1997  tentang  Pengelolaan  Lingkungan

Hidup;

     UU  RI  No.  5  Tahun  1994  tentang  Konvensi  Keanekaragaman

Hayati tahun 1992.

 

Di samping itu masih banyak lagi peraturan perundangan, baik dalam    bentuk    undang-undang,    peraturan    pemerintah,    keputusan presiden,  keputusan  menteri,  keputusan  gubernur,  maupun  peraturan daerah   yang   mengatur   pemanfaatan   dan   pengelolaan   terpadu   danlestari  sumber  alam,  lingkungan  atau  ekosistem  wilayah  pesisir  dan laut. Namun fakta   menunjukkan bahwa   kerusakan   sumber   alam, lingkungan  dan  ekosistem  masih  tetap  terjadi  bahkan  semakin  besar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama, koordinasi, dan interaksi yang sinergis  antara  instansi  pusat,  instansi  daerah,  masyarakat  setempat, dan   stakeholders   lainnya   untuk   pengembangan,   pengelolaan,   dan pemanfaatan  secara  terpadu  dan  lestari  terhadap  sumber  alam  dan ekosistem wilayah pesisir dan laut.

 

Terkait hal itu,  Aprilani  dan  kawan-kawan mencoba  merumuskan  kebijakan  dan  strategi  nasional  pemanfaatan dan pengelolaan ekosistem. Meskipun Aprilani ikut serta dalam upaya perumusan  berbagai  ekosistem  lain,  namun  ada  dua  ekosistem  yang menyita perhatian dan energinya, yaitu ekosistem terumbu karang dan ekosistem  mangrove. 

 

Pengabdiannya pada ilmu kelautan patuh diacungi jempol dan penghargaan yang setinggi-tingginya, ia menekuni  ilmu kelautan telah berlangsung sekitar 35 tahun dan hingga kini masih konsisten dibidangnya tak heran kalau ITB menobatkanya sebagai mahaguru Kelautan ITB.

 

Pengembangan SDM Kelautan

 

Aprilani juga menaruh perhatian pada pengembangan sumber daya manusia dalam bidang kelauatan di Indonesia bersama  Prof Doddy yang tak lain lain adalah kawan lama Aprilani. Terpilihnya Prof    Doddy    menjadi    Wakil    Direktur    BIOTROP SEAMEO,  lalu  menjadi  Rektor  ITB  dan  kemudian  menjadi  Direktur  Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, kesempatan menjadi lebih terbuka  untuk merealisasikan berbagai ide Aprilani dalam pengembangan SDM kelautan Indonesia. “Saya kebetulan sangat dekat dengan Dirjend Pendidikan Tinggi almarhum pak Doddy, beliau juga sangat senang dengan laut, sehingga memberi perhatian pada pembinaan kelautan. Jadi kami bekerjasama dengan Pak Dody mencarikan biaya dari luar negeri seperti Jepang, Perancis, Inggris  dan Amerika,”tuturnya.

 

 

Hubungan  Aprilani  dan  Prof.  Doddy  sudah lama menjadi kawan dekat karena kedua Prof ini memiliki   kesamaan    pendapat    mengenai    masih    lemahnya kesadaran akan ilmu kelautan di Indonesia. Baik Aprilani maupun Doddy menginsyafi sepenuhnya tentang masih terbatasnya minat dan jumlah   sumber   daya   manusia   di   bidang   kelautan   sehingga   pada awalnya  sulit  bagi  LON-LIPI  untuk  mengembangkan  program  riset yang unggul. Oleh karenanya,  Prof  Doddy  beserta  stafnya  di Ditjen    Pendidikan    Tinggi    mulai    merumuskan    suatu    program pengembangan  SDM  di  bidang  ilmu  kelautan  melalui  Program  Pola Ilmiah  Pokok  (PIP)  Kelautan.

 

Aprilani  dilibatkan  pada  perumusan tersebut. Ada enam universitas negeri di Indonesia yang ditugasi untuk mengembangkan PIP Kelautan, yaitu: Universitas Riau, Pekan Baru, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Universitas Diponegoro, Semarang, Universitas Hasanuddin, Makassar,  Universitas Sam Ratulangi, Manado,   dan Universitas Pattimura, Ambon.

 

Penentuan keenam universitas itu untuk melaksanakan Program PIP  Kelautan  adalah  berdasarkan  beberapa  pertimbangan,  antara  lain sudah   adanya   program   ilmu   kelautan   pada   Fakultas   MIPA   atau Fakultas   Perikanan   pada   universitas   tersebut.   Diharapkan   keenam universitas  itu  dapat  menjadi  pusat  pengembangan  ilmu  kelautan  dan sumber  daya  manusianya,  dari  wilayah  barat  hingga  timur  perairan Indonesia. (Marwan Azis)*** 

 

Posted by: marwanazis | Juli 3, 2008

Cerita tentang Politisi dan “Blog”

Senator Barack Obama, kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai
Demokrat, tahu betul memanfaatkan kekuatan situs atau blog pribadi
untuk meraih simpati sekaligus kemenangan. Pada konvensi partai, Obama
menyingkirkan saingan terkuatnya, Hillary Rodham Clinton, dengan orasi
kampanyenya yang mengena. ***

Di luar kemampuannya memikat calon pemilih yang amat rasional di dunia
nyata, Obama juga unggul di dunia maya. Ia pandai memanfaatkan
kekuatan media online. Terlepas bahwa orang lain yang menggarap
perwajahan dan isi situs pribadinya, Obama tidak harus malu menyatakan
diri sebagai blogger yang mengelola dan memelihara situs pribadinya
secara rutin.

Tengok situs www.barackobama. com atau www.my.barack- obama.com yang
selalu di-update. Kedua situs itu tidak semata-mata meminta dana dari
para simpatisannya, tetapi juga menawarkan berbagai produk ”Barack
Obama”. Tidak kurang dari 400 produk ditawarkan, mulai dari kaus
T-shirt, topi, pin, kancing, payung, jaket, cangkir, sampai stiker.
Lebih progresif, Obama memiliki armada pengiriman barang agar lekas
sampai kepada pemesan.

Selain mengundang para blogger membuat testimoni, Obama juga menarik
pemilih His- panik dengan membuat situs versi bahasa Spanyol. Ini yang
paling mencengangkan: Obama memiliki kanal untuk me- nyambut pemilih
Hillary Clinton!

Di kanal bertajuk ”Welcome Hillary Supporters” yang dilengkapi foto
Hillary itu, Obama menyilakan pendukung Hillary segera beralih
mendukungnya. Alasannya sederhana, setelah Hillary kalah dalam
konvensi, para pendukung Hillary pun merupakan orang-orang Demokrat
yang amat diperlukan saat pemilihan presiden melawan kandidat Partai
Republik, John McCain.

Jelaslah, Obama tidak menganggap Hillary dan para pendukungnya sebagai
”pengkhianat” yang harus dijauhi hanya karena tidak memilihnya. Lewat
situs pribadinya, Obama mengajak mereka memperkuat dan memenangkan
Demokrat dalam pemilihan presiden dengan cara memilihnya.

Dari situs pribadinya pula, para netter simpatisan Obama bisa
mengetahui di mana Obama berada di dunia maya. Jejak Obama yang
memanfaatkan ”ruang maya” tersebut bisa ditemui di sejumlah situs
jejaring sosial, seperti Facebook, MySpace, YouTube, Flickr, Digg,
Twitter, Linkedin, Eventful, BlackPlanet, Faithbase, Eons, Glee,
MiGente, MyBatanga, DNC Partybuilder, dan AsianAve.

Pada 6 Juni 2008, pendukung Obama di Facebook baru 864.832 netter.
Belum sampai dua minggu, pendukungnya sudah satu juta! Jumlah ini jauh
di atas Hillary yang meraih 158.234 pendukung dan McCain yang meraih
146.439. Demikian pula di Twitter, pada 17 Juni pendukung Obama
998.901, yang apabila dihitung-hitung ada 135 pendukung baru setiap 20
menitnya.

Tak sekadar narsis

Blog sering dilecehkan sebagai media orang narsis, yakni orang- orang
yang kelebihan hasrat menonjol-nonjolkan dirinya sendiri, orang yang
senang memuji-muji kehebatannya sendiri. Karena narsisme ingin selalu
dilihat dan bahkan dipuji orang, blogger terkena getah harus
menanggung konotasi negatif.

Akan tetapi, kenyataannya, jumlah blogger terus membengkak.
Technorati, situs penyurvei blog, menyebutkan, akhir Desember 2007
terdapat 112 juta blogger ”menyesaki” jagat maya internet ini. Seiring
dengan berkembangnya jenis-jenis blog yang mengarah ke video blog
(vlog), jumlahnya hingga sekarang boleh jadi sudah sampai 200 juta.
Jika benar ada 1 miliar orang di dunia tersambung ke internet, artinya
seperlima pengguna internet di jagat ini adalah blogger!

Penyedia blog gratisan, seperti WordPress, saat tulisan ini diturunkan
sudah mencatat 3.458.488 pengguna. Dari jumlah itu, ada 143.266
posting atau konten yang diunggah (upload) setiap harinya. Padahal
selain WordPress, ada juga puluhan situs penyedia web gratis. Sebut
saja Blogspot, Blogsome, Blogdrive, Movable Type, LiveJournal, dan
Dagdigdug. Situs terakhir adalah penyedia blog milik orang Indonesia.

Perang blog pernah terjadi saat pemilihan presiden Perancis beberapa
waktu lalu antara Nicolas Sarkozy melawan saingan terkuatnya, Segolene
Royal. Mulanya Royal, politisi perempuan, yang membuat blog. Tidak
lama, Sarkozy membuat blog pribadi dan ”memelototi” blog-nya setiap
ada kesempatan karena tak mau kalah dari Royal.

Dekati konstituen

Blog dan situs jejaring sosial seperti Facebook sebenarnya bisa
mendongkrak popularitas politisi lokal menjadi politisi global. Contoh
Perdana Menteri China Wen Jiabao. Di dunia nyata, namanya tidak
dikenal. Orang mungkin lebih tahu Jet Lie atau Jackie Chan. Meski Wen
Jiabao orang ”jadul”, tetapi ia tidak terlalu malu untuk menjadi salah
seorang digital migrant dengan memajang dirinya di Facebook.

Berkat usahanya mengkapling ”ruangan” di Facebook, plus berkat
kepedulian dan kehadiran Wen Jiabao mengunjungi korban gempa bumi
Sichuan, popularitasnya sebagai politisi meningkat dengan menduduki 10
besar politisi dunia. Meski tidak sefantastis Obama di urutan pertama
yang menggaet lebih dari 1 juta pendukung, Wen didukung 20.136 netter.

Di negeri sendiri, blog artis sinetron Sandra Dewi yang baru
diluncurkan beberapa waktu lalu sudah menggaet lebih dari 8.000
anggota dengan ribuan pengunjung.

Sayangnya, blog tidak dimanfaatkan para politisi Indonesia, khususnya
anggota DPR. Padahal, jika anggota DPR nge-blog, ia akan lebih dekat
dengan konstituen, toh internet sudah sampai ke desa-desa. Belum
pernah terdengar anggota DPR nge-blog seperti Menteri Pertahanan
Juwono Sudarsono. Sejumlah anggota DPR justru ramai dibicarakan di
blog karena kena co- kok KPK. Beberapa anggota lainnya malah menjadi
”bintang” blog karena ketahuan berbuat mesum.

Akan tetapi, percayalah, masih banyak politisi dan anggota DPR yang
baik dan berakhlak mulia, yang mungkin siap-siap nge-blog agar bisa
berdekat-dekat dengan konstituen. Bukankah Pemilu 2009 sudah semakin
mendekat? (PEPIH NUGRAHA/Kompas)

Posted by: marwanazis | Juli 1, 2008

Investasi Lewat Buku

Kemarin sore (27/6) , saya menyempatkan main ke Gramedia di daerah Matraman Jakarta, tujuan saya kesana adalah mengadakan rapat dengan teman-teman tim penyusun buku potret 30 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yaitu Mas IGG Maha Adi (Tempo), Mbak Henny (Suara Pembaharuan) dan Pak Sumedi (Suara Pembaruan), namun setelah sampai di Gramedia lantai 1 (es teler 77), namun wajah teman-teman tak kunjung kelihatan. Akhirnya saya memanfaatkan kesempatan untuk berkunjung toko buku Gramedia yang berada dilantai 3.

Awalnya saya tak membayangkan bakal membawa pulang buku dari Gramedia, karena hari itu uangku disaku celanaku kurang 10 ribu rupiah sehingga tak mungkin saya bisa membeli buku.

Namun setelah tengok sana-sini ternyata buku yang saya tunggu, “Marketing Revolution” karya Tung Desem Waringin (pembicara dan pelatih sukses no 1 di Indonesia versi majalah Marketing) akhirnya terbit juga, buku tersebut melengkapi buku pertama Tung Desem”Financial Revolution’ yang terbit dari sejak tahun 2005 dan telah dicetak ulang hingga tahun 2007 sebanyak 7 kali sehingga buku tersebut dikategori National Best Seller bahkan tercatat dalam rekor MURI sebagai buku local terlaris sebanyak 10511 eksemplar sehari.

Buku Financial Revolution Mengulas tentang :

  1. Bagaimana Membuat Uang Mengejar Anda
  2. Bagaimana Mempunyai Peternakan Uang
  3. Bagaimana Cara Orang Kaya Mengumpulkan Uang Ribuan Kali Dibandingkan Orang Biasa dalam Waktu yang Sama
  4. Bagaimana Memulai Usaha dengan Kemungkinan Berhasil 98 %
  5. Bagaimana Aman Secara Financial
  6. Bagaimana Memulai Usaha Tanpa Modal
  7. Bagaimana Sebagai Karyawan Bisa Naik Gaji Tiga Kali dalam Setahun

Sungguh ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi manusia bebas dengan memilih menjadi menjadi seorang pengusaha sukses.

Meski hari itu saya tidak punya uang untuk membeli satu buku pun di Gramedia karena harganya standar diatas 25 ribu rupiah perbuku sementara uang dikantong celanaku kurang dari 10 ribu rupiah. Untungnya karena jauh hari sebelum buku Marketing Revolution itu diterbitkan saya telah menginvestasikan sejumlah uang sesuai harga dikeluarkan pihak Gramedia Rp 195000 diskon 10,25 % sehingga total uang saya investasikan Rp 175.000, akhirnya buku bisa saya pulang ke rumah dengan hanya memperlihatkan kwitansi pembayaran lunas kepada pihak Gramedia.

Bagi orang yang berani memesan buku Marketing Revolution beberapa bulan lalu, diberikan kesempatan mengikuti seminar gratis Financial Revolution yang diselenggarakan tim Dasyat Tung Desem Waringin yang narasumbernya adalah sang penulis buku itu sendiri, sungguh ini sebuah kesempatan sangat menarik bisa mendengarkan pemaparan dari The Most Powerful People & Business in Indonesia versi Majalah SWA. Ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan Tung Desem dalam memasarkan buku-buku terbarunya. Bahkan ada cara yang gila yang tempuh misalnya buku Marketing Revolution dilauching dengan cara “Hujan Uang” dengan menggunakan pesawat heli yang awalnya direncanakan di stadion Senayan, namun tak mendapat izin sehingga dipindahkan ke daerah Banten yang berlangsung pada tanggal 1 Juli 2008. Lauching buku dengan cara “Hujan Uang” konon menghabisjan berkisar Rp 100 juta, sehingga perhatian berbagai media massa dalam negeri bahkan dunia termasuk Reuters, BBC London, Fox Times, Washington Post, India Times, Taipie Times, Khajeej Times, CNN, Televisi Australia, Televisi Amerika, Televisi Jepang, The Straits Times Singapura dan lain-lain. Tung Desem Waringin melakukan sendiri apa yang diajarkandalam bukunya. Inilah membuat banyak pihak mengganrungi buku-buku buah karya Tung Desem.

Bagi saya buku ini sudah lama saya tunggu, sesampai di tempat kosan baru saya di daerah Utang Kayu Utara, Jakarta Timur yang baru kutempati kurang lebih 1 minggu, saya tak sabar pingin membaca ilmu apa lagi yang dibagikan Tung Desem dalam buku Marketing Revolution? Setelah saya buku ternyata buku sangat menarik karena didalamnya sang pembaca dapat mempelajari berbagai hal seputar Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000 % dalam waktu 6 bulan/kurang dengan marketing.

Secara garis besar buku Marketing Revolution berisi :

  1. Bagaimana Meningkatkan Kekayaan Anda Hingga 2.000 % dalam waktu 6 bulan/kurang dengan marketing.
  2. Bagaimana Menjual Produk atau Jasa dalam 3 Detik atau Kurang
  3. Cara Jitu Meningkatkan Penjualan Produk atau Jasa hingga 31.500 % tanpa biaya tambahan.
  4. Teknik Monitoring Dahsyat Yang Meningkatkan Produktivitas Penjualan Karyawan Hingga 2.000 %
  5. Bagaimana Jadi Orang Kaya dengan Menguasai Ilmu Marketing

Tak hanya itu buku itu juga dilengkapi dengan 5 CD gratis yang membahas 5 tematik pelajaran diatas, yang sangat aplikatif untuk dipraktekan sehari-hari bagi seseorang wirausahawan yang pingin meraih kekayaan dengan sentuhan ilmu marketing.

Sangat menarik bukan?

Inilah Para Penjahat Lingkungan dalam Kasus Lumpur Panas Sidoarjo
Derita warga Sidoarjo akibat semburan lumpur Lapindo belum juga usai. Sementara, para penjahat lingkungan hidup yang membuat kehancuran ekologi di Sidoarjo masih bebas berkeliaran. Siapakah para penjahat lingkungan hidup dalam kasus semburan lumpur Sidoarjo itu?
1. Bakrie Group
Keluarga Bakrie melalui PT. Energi Mega Persada memiliki 50% saham di Blok Brantas yang kini menimbulkan bencana ekologi di Sidoarjo. PT. Energi Mega Persada nampak dominan karena disamping sebagai pemilik saham terbesar juga menempatkan anak perusahaannya Lapindo sebagai operator di blok Brantas.
Apa dosa Lingkungan PT. Energi Mega Persada?
Pertama, management PT.Energi Mega Persada melakukan kelalaian sehingga menimbulkan bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo. Kelalaian tersebut antara lain:
a. Melakukan pemboran sedalam 9.297 kaki (sekitar 2.833,7 meter) di dalam tanah tanpa menggunakan casing. Casing adalah pipa baja yang dilapisi semen untuk melindungi masuknya fluida ke dalam lubang sumur serta menghindari gugurnya dinding formasi (lapisan batuan) ke dalam lubang bor. Kelalaian tersebut adalah salah satu penyebab bencana lumpur panas di Sidoarjo.
Padahal berdasarkan dokumen rapat teknis PT. Lapindo Brantas dan rekanan pada 18 Mei 2006 sudah diperingatkan untuk memasang casing sebagai selubung pengaman yang berdiameter 9 5/8 inci. Namun di lapangan, Casing hanya dipasang pada kedalaman 3.580 kaki. Selanjutnya pengeboran sedalam 1.700 meter lebih pengeboran dibiarkan tanpa casing.
b. Mengabaikan temuan dari hasil penelitian ahli geologi Huffco, Kusumastuti yang telah dipublikasikan pada tahun 2002. Penelitian tersebut memperingatkan bahwa ada lapisan lempung (slump) yang dapat bergerak dan labil. Bila lapisan itu ditembus secara vertikal, sudah diprediksi akan adanya ledakan lumpur panas. Oleh karenanya disarankan untuk melakukan pengeboran miring supaya terhindar dari lapisan lempung tersebut. Namun saran ini diabaikan oleh Lapindo Brantas dengan tetap melakukan pengeboran secara vertikal.
c. Melakukan serangkaian kebohongan publik yang mengatakan bahwa lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo diakibatkan oleh bencana alam berupa gempa bumi di Jogjakarta yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 Skala Richter (SR). Beberapa pakar pun sudah membantahnya.
Ir. Amin Widodo MT, pakar geologi dari ITS membongkar kebohongan publik Lapindo tersebut. Menurutnya, jika memang karena gempa, Blow out (aliran minyak, gas dan lumpur yang tidak bisa dikendalikan di dalam pipa pemboran atau lubang sumur dan menimbulkan ledakan atau nyala api di permukaan) bisa dimungkinkan bila efek gempa Jogjakarta yang mencapai Porong berkekuatan 6 SR. Kenyataanya efek gempa hanya tinggal 2,2 SR.
Bantahan terhadap kebongan publik PT. Lapindo juga datang dari Prof Mori, ilmuwan dari Jepang. Menurut Prof Mori, posisi lumpur Lapindo di Sidoarjo jauh di luar episentrum gempa Jogja. Artinya, dengan kekuatan gempa 6,3 SR pun tidak akan menimbulkan pengaruh atau kerusakan yang berarti di Porong-Sidoarjo.
2. TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya
Dosa lingkungan yang dilakukannya adalah mengusulkan pembuangan lumpur ke kali Porong yang merupakan sungai utama di Sidoarjo. Akibatnya, DAM Lengkong yang ada di hulu (Mojokerto) harus dibuka. Padahal DAM ini memasok kebutuhan air bagi sawah, tambak, industri, pemukiman dan Jasa Tirta di Mojokerto dan Sidoarjo.
Jika DAM tersebut dibuka maka masyarakat yang terkait dengan DAM Lengkong akan dirugikan. Selain itu, jika lumpur menutupi sungai maka lambat laun kapasitas sungai akan menurun. Akibatnya, pada musim penghujan kota Sidoarjo akan tenggelam.
TIM Task Force Bencana Lumpur ITS Surabaya juga mengabaikan bahwa lumpur Lapindo merupakan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Hal itu dibuktikan dengan investigasi Walhi Jatim yang mencatat kematian ikan-ikan di saluran irigasi sehari setelah blow out pertama terjadi. Temuan itu diperkuat oelh Guru Besar Kesehatan Lingkungan FKM Univ. Airlangga Prof Mukono dan Kepala RS Bayangkara Kompol PP Hadi Wahyono.
Note: diolah dari buku Konspirasi Di Balik Lumpur Lapindo, Dari Aktor Hingga Strategi Kotor
Sumber: http://ayomerdeka. wordpress. com/2008/ 05/26/inilah- para-penjahat- lingkungan- kasus-lumpur- sidoarjo/
Posted by: marwanazis | Juni 23, 2008

Almarhum Deliar Noer Kecewa HMI

JAKARTA, menjelang 5 Februari 1997.

Bersama dua orang fungsionaris PB HMI, saya mengantar surat undangan Peringatan 50 Tahun HMI (Hari Ulang Tahun Emas), yang akan dihadiri oleh Presiden Soeharto. Waktu itu Ketua Umum PB HMI Taufiq Hidayat. Saya sendiri hanya ketua bakornas LAPMI.

Sampai di rumahnya, kami ingin sekali bertemu dengan beliau. Maklum Pak Deliar itu orangtua, tokoh legendaris, yang jarang muncul di acara-acara HMI pada tahun-tahun itu. Apakah Pak Deliar tidak bersedia menemui PB HMI itu mitos atau realitas, akan kami buktikan saat itu. Kami tiba dan, seseorang menanyakan apa keperluan bertemu Pak Deliar, dan kami menyampaikan maksud. Kemudian kami disuruh
menunggu. Lama. Kemudian orang itu datang lagi, dan mengatakan Pak Deliar tidak berkenan menemui PB HMI, Pak Deliar kecewa dengan HMI.

Undangan kami tinggal, dan kami mendapat isyarat, Pak Deliar dipastikan tidak akan menghadiri undangan kami. Saya pikir, Pak Deliar sudah sangat kecewa dengan HMI, dan konsisten sekali. Bukan kecewa pada anak-anak HMI, tetapi setelah saya konfirmasi ke beberapa narasumber Pak Deliar kecewa pada kebijakan HMI sebagai lembaga.

Orang yang menemui kami mengatakan, sebaiknya kalau mau ketemu Pak Deliar jangan mengatasnamakan PB HMI. Dengan “kecewa” setelah menunggu lama, kami pamit. Dan ketika kami meninggalkan rumahnya,
saya melihat Pak Deliar memandangi kami di jendela. Pak Deliar bukan tidak cinta pada anak-anak HMI, tetapi Pak Deliar ingin menunjukkan “konsistensinya” , bahwa ia tidak suka “PB HMI”.

Kebijakan PB HMI memang banyak “kontroversi” . Cak Nur mengatakan 50 Tahun HMI bukan Ulang Tahun Emas, tapi “besi karatan”. Sedih juga saya, mengapa Cak Nur sampai begitu. Saya lapor ke Anas Urbaningrum
“Kenapa cak Nur sampai bilang “besi karatan”…. ?” Apa cak Nur sudah tidak cinta lagi sama kita. Tidak. Saya kira Cak Nur sangat cinta pada HMI, justru ketika dia mengatakan “bubarkan saja HMI…”

Artikel-artikel 50 tahun HMI juga banyak yang bernada sinis. Pada acara KAHMI di Jatim, Cak Nur kecewa dengan pernyataan Jenderal R Hartono, bahwa kantor PB HMI tidak hanya di Diponegoro, tetapi juga
di lokasi dimana ia berkantor –karena ketua umumnya disebut sangat akrab dengannya.

“Kedekatan” dengan Pemerintah Orba itulah yang dikritisi oleh Cak Nur dan Pak Deliar di antaranya. Aliansi HMI dengan Kelompok Cpiayung juga retak. HMI “terpojok sendirian”. Itulah kenangan, HMI di
sepenggal ujung senjakala Orde Baru.

Sejak tidak ditemui Pak Deliar, saya ingin sekali suatu ketika dapat berjumpa dengan sosok yang tulisannya sudah saya baca sejak SD di majalah panji Masyarakat ini… Tapi Pak Deliar keburu wafat.

Al Fatihah untuk almarhum.
Juga untuk Mas Sumarno Dipodisastro, kolega di GERAKAN JALAN LURUS (GJL) yang dipimpin Mas sulastomo. Di GJL, saya yang paling muda. Di hari-hari terakhir sebelum Mas Marno wafat, saya ketemu beberapa kali
di Jakarta. Dan kalau ketemu biasanya, ngobrol panjang. Tapi ujung-ujungnya dia berkata, antara lain begini: “Alfan, saya yang tua-tua ini, sesungguhnya sudah tidak pantas lagi memberi nasehat kamu yang muda-muda… Yang tua-tua mestinya menyerahkan saja segala urusan pada yang muda-muda, toh masa depan bukan lagi milik saya, melainkan milik kamu yang muda-muda”.(M ALFAN ALFIAN/Milis KAHMI)

Posted by: marwanazis | Juni 21, 2008

Wisata demo AKKBB di Balik Insiden Monas

Insiden Monas
Massa AKKBB Didatangkan dari Cirebon

Jakarta,  Massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan  (AKKBB) yang dikerahkan untuk melakukan aksi demonstrasi di Lapangan  Monas pada 1 Juni 2008 dan berakhir bentrok dengan Front Pembela  Islam (FPI) didatangkan dari Cirebon.

Kuasa hukum anti-Ahmadiyah Mahendradata usai bertemu Anggota Komisi  III di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (19/6), menjelaskan bahwa massa  yang lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak itu semula dijanjikan akan  berwisata ke Dunia Fantasi (Dufan), Ancol, Jakarta.

Mahendradata mengemukakan, kedatangan massa AKKBB ke Jakarta dari Cirebon itu menggunakan bus ber-AC dan tidak diberitahu akan  melakukan aksi unjuk rasa.

Namun, menurut Mahendradata, sekitar 90 persen di kerumunan massa  AKKBB itu adalah warga Ahmadiyah. Kondisi itu memicu emosi aktivis  FPI yang saat itu sangat gencar menuntut pembubaran Ahmadiyah.

Dengan adanya pengerahan massa Ahmadiyah itu, menurut Mahendradata,  diperkirakan bahwa aksi kekerasan di Monas sengaja direkayasa. “Ada  skenario untuk menciptakan kekerasan antara FPI dengan Ahmadiyah,” ujarnya.

Adanya skenario menciptakan kekerasan di Monas itu, lanjutnya, juga  bisa diindikasikan dengan tidak adanya tokoh penting dalam aksi AKKBB.

Aksi kekerasan di Monas telah diusut polisi. Komandan Laskar Islam,  Munarman, juga telah menyerahkan diri ke polisi setelah pemerintah  menerbitkan SKB mengenai penghentian aktivitas Ahmadiyah.

Polisi telah menetapkan Munarman sebagai tersangka. Begitu juga  pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab menjadi tersangka sekaligus ditahan oleh pihak kepolisian. [EL, Ant]

http://www.gatra. com/artikel. php?id=115830

Older Posts »

Kategori